PENGHARGAAN BAGI KONTRIBUTOR BERITA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MELALUI SISTER JARITA ( SISTEM TERPADU PENGELOLAAN DAN PENJARINGAN BERITA TAHUN 2017 )

Suatu sistem yang berusaha untuk menjangkau berita pendidikan senusantara. Sistem aplikasi  terpadu ini digunakan untukmengelola pemberitaan yang datang dari daerah secara online. Sistem penjaringan dan pengelolaan yang dimaksud meliputi cara mendapatkan informasi, pengiriman, pemilahan, penambahan, penyimpanan, pengeditan, produksi dan penyebaran hasil dari pemberitaan dari daerah tersebut.

Tujuan pengembangan sistem aplikasi ini yang menjadi wadah, mampu menaungi produk dan sumber daya pemberitaan di daerah dimana terjadi peningkatan pelibatan publik untuk memproduksi tayangan yang sesuai dengan standarisasi broadcast Televisi Edukasi melalui versi online.

Manfaat

  1. Tersedianya sarana pengelolaan yang terintegrasi dan terpadu antara Pustekkom dengan daerah dalam hal pemberitaan pendidikan di daerah untuk TV Edukasi.
  2. Tersajinya produksi pemberitaan yang variatif bagi TV Edukasi.
  3. Tersedianya kerangka kerjasama yang melibatkan publik dalam hal ini dinas pendidikan daerah dan UPT yang bisa memberikan perubahan dalam wajah pemberitaan TV Edukasi.
  4. Tersedianya data atau informasi pendidikan daerah untuk disosialisaikan oleh seluruh media yang dimiliki Pustekkom (Portal, Media Sosial, Radio Edukasi, dan Suara Edukasi).
  5. Tersajinya produksi program pemberitaan TV Edukasi yang bersumber dari daerah.

Judul Berita : Festival Bau Nyale 2017 di Pantai Seger Lombok Tengah

Festival Bau Nyale atau menangkap cacing laut merupakan salah satu tradisi atau budaya sekaligus menjadi identitas masyarakat suku Sasak Lombok yang masih dilestarikan dengan baik sampai saat ini. Cacing yang muncul dari laut ini di percaya oleh masyarakat suku Sasak merupakan jelmaan dari seorang putri yang bernama putri mandalika yang menurut cerita rakyat putri ini menceburkan dirinya ke laut karena menghindari terjadinya pertumpahan darah yang terjadi antara petarung-petarung yang memperebutkan sang putri. Tradisi menangkap cacing laut (Bau Nyale) ini dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu di bulan februari dan maret. Masyarakat menangkap nyale biasanya saat menjelang subuh dikarenakan pada waktu tersebut, nyale (cacing laut) berenang ke permukaan laut. Saat itulah masyarakat menangkap nyale-nyale (cacing-cacing) tersebut. Tradisi Bau Nyale ini juga merupakan acara tahunan (annual event) yang bertaraf nasional, bahkan sudah menjadi acara-acara inti (core event) yang sudah dimasukkan ke dalam kalender event-event penting di Indonesia. Dalam pelaksanaan Festival Bau Nyale, terdapat acara-acara lain di dalamnya seperti : 1. Pawai atau arak-arakan yang dilakukan di pusat kota Lombok Tengah untuk menyambut pelaksanaan Festival Bau Nyale. Acara ini dilaksanakan biasanya seminggu sebelum pelaksaan Festival Bau Nyale. Masing-masing perwakilan dari setiap desa yang ada di Lombok Tengah ikut berpartisipasi dalam acara ini dengan manggunakan pakaian adat suku Sasak dan tidak jarang ada masyarakat yang menggunakan pakaian yang dibuat khusus yang berbentuk hewan-hewan laut seperti cacing, kepiting dan lain-lain. 2. Pemilihan Putri Nyale juga merupakan bagian dari acara dalam festival ini. Dalam Perayaan Bau nyale ini ada beberapa acara yang memang sengaja dirangkaikan untuk memeriahkan acara tersebut, diantaranya adalah pemilihan putri mandalika atau Miss Universe Nyale. Contestan atau peserta putri mandalika berasal dari seluruh belahan desa yang ada di kabupaten Lombok Tengah. 3. Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende). Tradisi ini juga termasuk dalam acara di Festival Bau Nyale. Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Acara ini dilaksanakan di pinggir pantai yang diikuti oleh petarung-petarung dari berbagai daerah di Pulau Lombok. 4. Drama kolosal, drama ini dilakukan untuk menceritakan perjalanan dari putri mandalika atau putri nyale. 5. Pentas Seni Tradisional Gendang Beleq adalah alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok. Tradisi ini juga merupakan bagian dari acara Festival Bau Nyale. Selain sering dilakukan di acara pentas seni, tradisi gendang beleq ini juga sering dilakukan untuk mengiringi acara pawai pernikahan di Lombok atau yang disebut nyongkolan. 6. Bersih Pantai termasuk rangkaian dalam acara di Festival Bau Nyale ini. Kegiatan ini dilakukan di pantai seger, dimana pantai tersebut merupakan lokasi penangkapan cacing laut (bau nyale). Bersih pantai dilakukan oleh masyarakat agar pantai tetap bersih dari sampah-sampah bekas plastik-plastik bungkus makanan dan lain-lain, dikarenakan saat diselenggarakannya Festival Bau Nyale banyak pedagang yang membuka lapak untuk berjualan pakaian, makanan, minuman dan lain sebagainya. Selain banyaknya hiburan dan acara-acara tradisi suku Sasak, dalam Festival Bau Nyale tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Lombok tengah mengundang band papan atas yaitu Kotak Kotak, Inessentia’s Music, dan Iyet Bustami yang ikut untuk memeriahkan Festival Core Event Bau Nyale, kemudian di tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berencana mengundang band Noah untuk memeriahkan di acara Festival Bau Nyale, namun pada akhirnya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengundang band Ungu sebagai bintang tamu dalam acara tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Festival Bau Nyale maupun ke tempat wisata lainnya yang ada di kabupaten Lombok Tengah.

PENGHARGAAN BAGI KONTRIBUTOR BERITA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MELALUI SISTER JARITA ( SISTEM TERPADU PENGELOLAAN DAN PENJARINGAN BERITA TAHUN 2017 )

Kategori Unit Instansi dengan Kontribusi Berita Terbaik :

  1. Festival Bau Nyale 2017, Instansi BTIKP Dikbud Provinsi NTB.
  2. BTIKP Sultra Gelar Pelatihan Multimedia, Instansi BTIKP Sultra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: